masukkan script iklan disini
Infojalanan. Info
– Bencana tanah longsor melanda wilayah Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan rumah warga rusak tertimbun material tanah dan bebatuan, serta ratusan warga terdampak langsung.
Berdasarkan informasi sementara, longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut. Material dari lereng gunung di sekitar permukiman bergerak turun dan menghantam rumah-rumah warga yang berada di bawahnya.
Dalam dokumentasi yang beredar di media sosial, terlihat kondisi permukiman warga yang nyaris tertutup tanah. Sejumlah bangunan tampak rata dengan tanah, sementara akses jalan menuju lokasi kejadian tertutup material longsor.
Data awal menyebutkan, sedikitnya 20 rumah warga di Kampung Babakan RT 05 RW 11 terdampak langsung. Dari jumlah tersebut, hanya satu rumah yang dilaporkan masih berdiri, sementara bangunan lainnya mengalami kerusakan berat hingga tertimbun sepenuhnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat, total 113 warga terdampak dalam kejadian tersebut. Sebanyak 23 orang berhasil menyelamatkan diri dan telah dievakuasi ke lokasi aman.
Sementara itu, 8 orang ditemukan meninggal dunia, dan 82 warga lainnya masih dinyatakan hilang serta dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan bahwa proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan petugas di lapangan.
“Tim gabungan masih bekerja keras melakukan pencarian. Kondisi medan cukup berat dan membutuhkan kehati-hatian,” ujarnya.
Selain faktor cuaca, kondisi lingkungan sekitar lokasi kejadian turut menjadi perhatian. Dari pengamatan awal, kawasan yang sebelumnya didominasi vegetasi tanaman keras kini berubah menjadi lahan pertanian dengan tanaman semusim.
Perubahan tutupan lahan tersebut diduga mengurangi daya serap tanah terhadap air hujan, sehingga meningkatkan risiko longsor saat hujan deras melanda wilayah tersebut.
Meski demikian, pihak pemerintah menegaskan bahwa penyebab pasti longsor masih menunggu hasil kajian lebih lanjut dari tim ahli kebencanaan.
Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi penampungan sementara bagi warga terdampak. Proses evakuasi dilakukan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami sudah menyiapkan tempat pengungsian dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi,” kata Asep.
Hingga saat ini, BPBD Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Polri, dan relawan masih melakukan pendataan serta operasi pencarian di lokasi kejadian.
Jurnalis : Yanto
