• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Aktivitas Gunung Burni Telong Meningkat, Warga Bener Meriah Mengungsi dan Bertahan di Luar Rumah

    Rabu, 31 Desember 2025, Desember 31, 2025 WIB Last Updated 2025-12-31T01:34:43Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


     Infojalanan.info

    – Kabupaten Bener Meriah, Aceh, kembali berada dalam situasi siaga setelah aktivitas Gunung Burni Telong menunjukkan peningkatan signifikan. Gempa bumi yang terjadi secara beruntun pada Selasa malam, 30 Desember 2025, memicu kepanikan warga yang belum sepenuhnya pulih dari dampak banjir dan tanah longsor beberapa waktu lalu.


    Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa pertama terjadi pada pukul 20.43 WIB dengan magnitudo 4,5. Episentrum gempa berada sekitar 6 kilometer di barat daya wilayah Bener Meriah, dengan kedalaman 7 kilometer. Getaran gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di sekitar kawasan gunung.


    Gempa susulan kemudian terus terjadi hingga tujuh kali dalam rentang waktu singkat. Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih keluar rumah dan menghabiskan malam di teras, halaman, bahkan di tempat terbuka yang dianggap lebih aman.


    Sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga berjaga sepanjang malam, membawa alas tidur seadanya, serta berkumpul bersama keluarga untuk mengantisipasi kemungkinan gempa lanjutan.


    Tak hanya itu, kepanikan juga berdampak pada arus lalu lintas. Jalanan menuju kawasan Pante Raya, Bener Meriah, dilaporkan mengalami kepadatan akibat warga yang memilih mengungsi ke daerah yang dinilai lebih aman.


    Situasi tersebut mendapat perhatian serius dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menaikkan status Gunung Burni Telong dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada pukul 22.45 WIB di hari yang sama.


    PVMBG mencatat, dalam kurun waktu kurang dari dua jam, aktivitas kegempaan di sekitar Gunung Burni Telong meningkat tajam. Tercatat tujuh kali gempa Vulkanik Dangkal (VB), 14 kali gempa Vulkanik Dalam (VA), satu gempa tektonik lokal, serta satu gempa tektonik jauh dengan lokasi yang saling berdekatan di sekitar tubuh gunung api.


    Sebagai langkah mitigasi, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah Gunung Burni Telong dan menjauhi area yang berpotensi mengeluarkan gas berbahaya seperti fumarol dan solfatara.


    PVMBG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat meminta warga tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diminta hanya mengacu pada rilis resmi dari instansi terkait guna menghindari kepanikan berlebihan. 

    Pewarta : Yanto

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini