• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Prabowo Ingatkan Bahaya Jalur Laut dalam Peredaran Narkoba: “Tak Ada Kapal Mendarat Jam 1 Malam dengan Niat Baik*

    Redaksi
    Kamis, 30 Oktober 2025, Oktober 30, 2025 WIB Last Updated 2025-10-30T02:16:34Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    Jakarta, infojalanan.info -


     Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa peredaran narkoba kini semakin berbahaya dan sulit dideteksi, terutama melalui jalur laut.


    Dalam acara pemusnahan 214,82 ton narkoba di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025), Prabowo menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan di pesisir dan pelabuhan-pelabuhan kecil yang kerap dijadikan jalur masuk barang haram.


     “Enggak ada kapal mau mendarat jam 1 malam di pantai yang sunyi, niatnya sudah pasti brengsek,” tegas Prabowo di hadapan jajaran Polri dan TNI.


    Presiden menilai, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan narkoba. Ia mengajak warga untuk berperan aktif sebagai “mata dan telinga” bagi aparat keamanan.


    Prabowo mengungkapkan bahwa kartel narkoba internasional kini menggunakan modus distribusi yang semakin canggih, bahkan dengan kapal selam untuk menyelundupkan barang terlarang.


    “Ini bukan hanya masalah Indonesia, tapi masalah global. Sekarang bahkan ada kartel yang punya kapal selam sendiri,” ujarnya.


    Meski demikian, Prabowo memberikan apresiasi tinggi kepada Polri yang berhasil menggagalkan berbagai upaya penyelundupan besar-besaran selama satu tahun terakhir.


    Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga, mulai dari Polri, TNI, Bea Cukai, Kejaksaan, hingga pemerintah daerah, untuk memperkuat upaya pemberantasan narkoba.


    “Kita harus kerja dengan semangat satu tim. Jangan ada ego sektoral. Kita semua satu korps—korps merah putih, korps NKRI,” pesan Prabowo.


    Ia juga meminta agar pengawasan laut, udara, dan darat dilakukan secara terpadu dengan pendekatan teknologi serta peran intelijen yang lebih aktif.


    Selain pemberantasan, Presiden Prabowo juga menyoroti aspek rehabilitasi bagi pengguna narkoba. Menurutnya, Indonesia memilih pendekatan kemanusiaan, berbeda dengan sejumlah negara yang menindak pelaku secara ekstrem.


    “Kita masih ada upaya rehabilitasi, bukan tembak di tempat. Tapi ini jadi PR kita semua agar rehabilitasi berjalan efektif dan tidak sekadar formalitas,” ujar Prabowo.


    Ia menekankan perlunya keterlibatan lembaga pendidikan dan keagamaan dalam menanamkan nilai moral dan kesadaran bahaya narkoba sejak dini.


    Polri mencatat total 214,82 ton narkoba yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus selama setahun pemerintahan Prabowo–Gibran, dengan estimasi nilai mencapai Rp29,37 triliun.


    Barang bukti yang dimusnahkan meliputi sabu, ekstasi, dan etomidate, hasil sitaan dari berbagai operasi besar di seluruh Indonesia.


    Prabowo menegaskan bahwa angka tersebut bukan sekadar capaian aparat, tetapi peringatan keras bahwa ancaman narkoba masih masif dan terus berevolusi.


    “Kita tidak boleh lengah. Setiap gram yang kita musnahkan berarti menyelamatkan ribuan generasi bangsa,” pungkas Presiden.


    (Jurnalis : yanto

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini