• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Kisah Kelam di Balik Pemulangan 26 WNI dari Myanmar, Diduga Jadi Korban dan Perekrut Online Scam

    Redaksi
    Kamis, 30 Oktober 2025, Oktober 30, 2025 WIB Last Updated 2025-10-30T02:06:22Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    Jakarta, infojalanan.info


    Setelah berbulan-bulan terjebak di kawasan konflik Myawaddy, Myanmar, sebanyak 26 Warga Negara Indonesia (WNI) akhirnya berhasil dipulangkan ke tanah air pada Rabu (29/10/2025) pagi melalui Bandara Soekarno-Hatta.


    Pemulangan ini menjadi hasil kerja sama antara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui Direktorat Perlindungan WNI (PWNI) bersama KBRI Yangon dan KBRI Bangkok, serta dukungan otoritas Thailand.


    “Mereka berhasil keluar dari wilayah konflik di Myanmar dan kini sudah tiba dengan selamat di Indonesia,” tulis keterangan resmi Kemlu, Rabu (29/10).


    Dari 26 WNI yang berhasil dievakuasi, satu orang di antaranya diduga sebagai perekrut tenaga kerja untuk perusahaan ilegal yang menjalankan praktik online scam di Myanmar.


    Kemlu memastikan bahwa Bareskrim Polri akan memeriksa lebih lanjut individu tersebut, sementara 25 lainnya akan mendapatkan perlindungan dan pemulihan psikologis di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus, Jakarta Timur.


    “Seorang WNI diduga menjadi perekrut dan kini sedang menjalani pemeriksaan di shelter B3PMI Banten,” jelas Kemlu dalam pernyataan tertulis.


    Sebanyak 25 korban lainnya, yang terdiri atas 22 laki-laki dan empat perempuan, akan memperoleh pendampingan dari Kementerian Sosial sebelum dikembalikan ke daerah asal masing-masing.


    Mereka diduga kuat menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang berkedok tawaran pekerjaan di luar negeri, dengan iming-iming gaji besar di sektor digital marketing dan customer service.


    Sebelum proses pemulangan, asesmen menyeluruh dilakukan di wilayah perbatasan Thailand–Myanmar untuk memastikan status hukum para WNI tersebut—apakah mereka benar-benar korban atau turut terlibat dalam jaringan kejahatan.


    “Seluruh WNI telah menjalani proses asesmen dan pemeriksaan bersama otoritas Thailand dan Myanmar,” ungkap perwakilan KBRI Bangkok.


    Kemlu menegaskan bahwa pemerintah akan terus berkoordinasi dengan Bareskrim Polri dan Kementerian Sosial agar seluruh korban mendapat pemulihan optimal, sekaligus mendorong penindakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam perekrutan ilegal tersebut.


    Pemulangan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam melindungi WNI di luar negeri, terutama dari ancaman TPPO dan eksploitasi tenaga kerja yang masih marak di kawasan Asia Tenggara.


    “Negara hadir untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan perlindungan hukum dan kemanusiaan, tanpa terkecuali,” tutup pernyataan resmi Kemlu.


    Jurnalis : yanto

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini