SURABAYA, INFOJALANAN.INFO – Satker Preservasi Jalan Bebas Hambatan Suramadu mengumumkan pemberlakuan rekayasa lalu lintas sementara di Jembatan Suramadu pada hari ini, Rabu (15/4). Langkah ini diambil menyusul adanya agenda pengujian dinamis pada struktur bentang tengah jembatan guna memastikan keamanan dan keandalan infrastruktur penghubung Pulau Jawa dan Madura tersebut.
Sistem buka-tutup jalur akan mulai diterapkan tepat pukul 10.00 WIB dan diperkirakan berlangsung selama kurang lebih satu jam.
Mekanisme Rekayasa Lalu Lintas untuk kegiatan pengujian ini akan menggunakan skema penutupan jalur secara bergantian dengan rincian sebagai berikut:
1. Siklus Penutupan: Dilakukan sebanyak empat kali siklus.
2. Durasi: Setiap penutupan hanya berlangsung selama kurang lebih tiga menit.
3. Jeda Operasional: Di antara tiap penutupan, petugas akan membuka arus lalu lintas selama 10 hingga 15 menit untuk mengurai kendaraan yang mengantre.
4. Cakupan: Penutupan berlaku untuk semua jenis kendaraan (roda dua dan roda empat) dari kedua arah, baik arah Surabaya menuju Madura maupun sebaliknya.
Pihak Satker menekankan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan parsial. "Penutupan ini bukan dilakukan secara total sepanjang hari, melainkan pengaturan teknis untuk memberikan ruang bagi tim ahli dalam melakukan pengujian struktur bentang tengah demi keselamatan pengguna jalan," tulis keterangan resmi dari Satker Preservasi Jalan Bebas Hambatan Suramadu.
Imbauan Bagi Pengguna Jalan bagi masyarakat yang memiliki agenda mendesak atau jadwal penyeberangan penting diimbau untuk menyesuaikan waktu perjalanan. Untuk menghindari antrean di gerbang tol, pengguna jalan disarankan:
- Melintas sebelum pukul 10.00 WIB, atau;
- Melakukan perjalanan setelah pukul 11.15 WIB saat kondisi lalu lintas diprediksi telah kembali normal.
Jalur Alternatif bagi pengendara yang ingin menghindari area jembatan selama masa pengujian, layanan penyeberangan kapal feri melalui Pelabuhan Tanjung Perak menuju Pelabuhan Kamal tetap beroperasi secara normal. Namun, pengguna diimbau untuk mengantisipasi adanya potensi kepadatan antrean di pelabuhan akibat pengalihan arus.
Seluruh pengguna jalan diharapkan untuk tetap tenang, bersabar, dan mengikuti instruksi serta arahan petugas di lapangan demi ketertiban dan keamanan bersama.
(Ach Iksan)
