• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Sinyal Harapan dari Smartwatch Kopilot ATR 42-500, Langkah Kaki Terdeteksi Saat Pencarian Berlangsung

    Selasa, 20 Januari 2026, Januari 20, 2026 WIB Last Updated 2026-01-20T01:01:32Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


     Infojalanan.info 

    – Di tengah upaya pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, muncul secercah harapan dari keluarga salah satu awak pesawat. Smartwatch milik Kopilot Farhan Gunawan disebut masih merekam aktivitas berupa pergerakan langkah kaki setelah insiden kecelakaan udara tersebut.


    Informasi itu diungkapkan oleh salah satu kerabat Farhan melalui media sosial dan sontak menarik perhatian publik. Data pada perangkat pintar tersebut menunjukkan adanya penambahan jumlah langkah kaki sejak pagi hingga malam hari, meski pesawat dilaporkan jatuh pada Sabtu, 17 Januari 2026.


    Kerabat Farhan menjelaskan bahwa ponsel milik kopilot tersebut ditemukan di kawasan hutan saat proses pencarian. Ponsel itu masih terhubung dengan smartwatch yang biasa digunakan Farhan sehari-hari.


    “HP-nya ditemukan di hutan dan masih terkoneksi dengan smartwatch. Dari data yang terlihat, ada pergerakan langkah kaki yang terus bertambah,” ungkapnya dalam unggahan video yang beredar di media sosial, Senin (19/1/2026).


    Temuan tersebut memunculkan harapan besar dari pihak keluarga bahwa Farhan masih bertahan dan membutuhkan pertolongan. Mereka pun meminta agar proses pencarian dilakukan secara maksimal, terutama dalam masa krusial atau golden time.


    Pihak keluarga juga berharap pemerintah pusat serta instansi terkait dapat menambah kekuatan personel dan sarana pendukung, termasuk helikopter dan peralatan udara, guna mempercepat pencarian di medan yang sulit dijangkau.


    Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan bahwa operasi SAR masih terus berlangsung dengan melibatkan lebih dari 1.200 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan.


    “Dalam periode golden time ini, kami terus berupaya semaksimal mungkin. Harapan akan keajaiban tentu ada, dan selama korban belum ditemukan, pencarian tidak akan dihentikan,” ujar Syafii dalam konferensi pers di Posko SAR.


    Ia menambahkan, medan pegunungan yang terjal serta kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama tim di lapangan. Operasi udara pun belum dapat dilakukan secara optimal karena kabut tebal dan angin kencang.


    “Prioritas kami adalah keselamatan tim dan efektivitas pencarian. SAR udara sangat membantu, namun sangat bergantung pada kondisi cuaca,” jelasnya.


    Diketahui sebelumnya, pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak sebelum akhirnya serpihan pesawat ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.


    Hingga kini, proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi dengan aman.

    Pewarta : Yanto

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini