Bandung Barat, infojalanan.info
— Proses pencarian korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan hingga Senin (26/1/2026). Peristiwa longsor yang terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026 itu meninggalkan duka mendalam bagi warga, sekaligus menyisakan cerita pilu dari para penyintas yang berhasil menyelamatkan diri.
Di tengah operasi pencarian, perhatian publik tertuju pada kesaksian seorang anak yang berada di sekitar lokasi kejadian. Bocah bernama Dafa mengaku menyaksikan langsung proses evakuasi dan mengetahui bahwa sejumlah temannya ikut menjadi korban longsor. Ia menyebut, hingga saat ini baru satu korban yang berhasil ditemukan dari lokasi yang ia tunjukkan.
Selain kehilangan teman, Dafa juga mengungkapkan bahwa keluarganya turut terdampak dalam bencana tersebut. Dari deretan rumah di wilayah itu, hanya satu bangunan yang dilaporkan selamat karena berada di bagian paling atas permukiman. Kesaksian tersebut menggambarkan betapa cepat dan dahsyatnya longsor menghantam kawasan padat penduduk itu.
Cerita serupa juga disampaikan warga lain yang kini mengungsi di posko darurat. Mereka menuturkan bahwa sebelum longsor terjadi, terdengar suara gemuruh keras dari arah perbukitan, disusul getaran seperti gempa. Dalam kondisi panik, sebagian warga langsung berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang meninjau lokasi bencana dan menemui para pengungsi menyampaikan komitmen pemerintah provinsi untuk membantu pemulihan pascakejadian. Selain membuka opsi relokasi, ia juga menyerahkan bantuan dana sebesar Rp10 juta per Kepala Keluarga (KK) sebagai dukungan awal bagi warga terdampak untuk memenuhi kebutuhan hidup sementara.
Sementara itu, data terbaru Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat, hingga Senin pagi telah ditemukan 25 kantong jenazah (body bag) dari lokasi longsor. Sebanyak 17 korban telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi. Sedikitnya 30 rumah warga tertimbun, dan puluhan warga lainnya dilaporkan masih hilang.
Proses pencarian menghadapi tantangan berat akibat kondisi tanah yang masih labil serta cuaca hujan yang terus mengguyur kawasan tersebut. Demi keselamatan petugas, operasi pencarian dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta anjing pelacak K-9 terus dikerahkan untuk menemukan para korban yang masih tertimbun.
Tragedi longsor Pasirlangu ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana di wilayah rawan, sekaligus menegaskan perlunya penanganan jangka panjang demi keselamatan warga di kawasan perbukitan Bandung Barat.
(Yan)
