• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Korban Dugaan Penipuan Kripto Ungkap Skema ‘Akademi Crypto’ Timothy Ronald, Bayar Puluhan Juta Dijanjikan Konsultasi

    Sabtu, 17 Januari 2026, Januari 17, 2026 WIB Last Updated 2026-01-17T00:23:01Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


     Infojalanan.info 

    — Kasus dugaan penipuan trading kripto yang menyeret nama Timothy Ronald mulai terkuak setelah para korban angkat bicara ke publik. Sejumlah korban mengaku mengalami kerugian besar usai bergabung dalam program edukasi kripto yang disebut sebagai “Akademi Crypto”, yang belakangan dikenal dengan nama “Akademi Rungkad”.


    Kasus tersebut sebelumnya telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Senin, 12 Januari 2026. Dua orang korban sekaligus pelapor, Younger dan Said, membeberkan pengalaman mereka saat menjadi peserta dalam siniar YouTube CURHAT BANG yang dipandu Denny Sumargo, Jumat, 16 Januari 2026.


    Said mengungkapkan bahwa para peserta tergabung dalam sebuah komunitas daring yang dikelola oleh Timothy Ronald. Komunitas tersebut disebut memiliki ribuan anggota dengan skema keanggotaan berbayar.


    “Kami tergabung di paguyuban yang awalnya bernama Akademi Crypto, lalu berubah menjadi Akademi Rungkad,” ujar Said.


    Younger kemudian menjelaskan bahwa dirinya pertama kali bergabung melalui sebuah grup di platform Discord. Grup tersebut disebut memiliki ratusan ribu anggota, meskipun tidak semua merupakan peserta berbayar.


    “Grup Discord itu anggotanya sangat banyak. Tapi yang membayar sebenarnya tidak tahu pasti berapa,” kata Younger.


    Ia mengaku telah mengeluarkan biaya cukup besar untuk mengikuti program tersebut. Pada tahap awal, Younger membayar biaya keanggotaan tahunan sebelum akhirnya tergiur untuk meningkatkan status keanggotaan.


    “Awalnya saya bayar sekitar Rp9 juta, lalu upgrade ke akses seumur hidup dengan tambahan sekitar Rp40 juta,” ungkapnya.


    Sementara itu, Said menjelaskan bahwa sistem keanggotaan dalam grup tersebut terbagi dalam beberapa kategori. Salah satunya adalah paket akses selama satu tahun yang disebut sebagai “The Students”, dengan biaya yang disebut meningkat dari tahun ke tahun.


    “Saat Younger masuk, biayanya Rp9 juta. Ketika saya bergabung, sudah naik menjadi Rp14 juta untuk akses satu tahun,” jelas Said.


    Masalah muncul ketika para peserta dijanjikan fasilitas tambahan berupa akses ‘life-time’, termasuk kesempatan bertemu langsung dan melakukan konsultasi dengan Timothy Ronald. Janji tersebut menjadi alasan utama korban bersedia membayar biaya tambahan hingga puluhan juta rupiah.


    “Dijanjikan bisa bertemu langsung dan diskusi. Tapi kenyataannya tidak seperti yang disampaikan,” tutur Younger.


    Dalam perbincangan tersebut, Denny Sumargo selaku host memastikan total kerugian yang dialami masing-masing korban. Younger dan Said mengonfirmasi bahwa kerugian pribadi mereka mencapai sekitar Rp50 juta per orang.


    Para korban menilai, janji konsultasi langsung dan pendampingan yang menjadi daya tarik utama program tersebut tidak pernah terealisasi sebagaimana yang tertuang dalam kesepakatan awal. Hal inilah yang kemudian mendorong mereka menempuh jalur hukum.


    Hingga kini, proses hukum atas laporan dugaan penipuan trading kripto tersebut masih ditangani oleh pihak kepolisian. Para korban berharap kasus ini dapat diusut secara transparan agar tidak menimbulkan korban-korban baru di kemudian hari.

    Pewarta : Yanto

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini