• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Kasus Dugaan Penipuan Kripto Bergulir, Pendiri Akademi Crypto Timothy Ronald Diperiksa Polisi

    Kamis, 15 Januari 2026, Januari 15, 2026 WIB Last Updated 2026-01-15T00:56:37Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


     Infojalanan.info

    – Kasus dugaan penipuan trading kripto yang menyeret nama influencer Timothy Ronald menjadi perbincangan luas di media sosial. Laporan tersebut kini telah ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.


    Informasi itu mencuat setelah akun Instagram @undercover.id mengunggah kabar bahwa seorang pelapor bernama Younger telah menjalani pemeriksaan kepolisian pada Rabu (14/1/2026). Timothy Ronald dilaporkan dalam kapasitasnya sebagai influencer kripto sekaligus pendiri Akademi Crypto.


    Younger mendatangi Mapolda Metro Jaya didampingi kuasa hukumnya, Jajang, sekitar pukul 11.26 WIB. Dalam pemeriksaan tersebut, ia turut menghadirkan dua orang saksi yang mengaku mengalami kerugian serupa.


    “Kami baru saja menjalani proses Berita Acara Pemeriksaan,” ujar Younger usai pemeriksaan, sebagaimana dikutip dari unggahan yang beredar di media sosial.


    Dalam laporannya, Younger mengaku mengalami kerugian finansial hingga mencapai Rp3 miliar akibat dugaan praktik trading kripto yang dijanjikan menguntungkan. Ia meyakini bahwa dirinya bukan satu-satunya korban dalam kasus tersebut.


    Kuasa hukum Younger, Jajang, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah mendampingi sejumlah korban lain yang mengaku mengalami kerugian dengan pola yang sama.


    “Ini baru satu pelapor. Yang hadir hari ini juga ada saksi-saksi yang semuanya korban,” ujar Jajang.


    Lebih lanjut, Jajang mengungkapkan bahwa jumlah korban yang telah mendaftarkan diri untuk melapor mencapai ratusan orang. Para korban tersebut, kata dia, akan secara bertahap melayangkan laporan resmi ke kepolisian.


    “Yang sudah mendaftar hampir 300 orang. Tahap awal ini baru tiga orang yang hadir, satu pelapor dan dua saksi,” jelasnya.


    Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Timothy Ronald terkait laporan dugaan penipuan trading kripto yang dialamatkan kepadanya. Pihak kepolisian juga masih mendalami keterangan pelapor dan saksi guna mengungkap duduk perkara kasus tersebut. 

    (Yan) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini