• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Identitas Luna Diburu Warganet Usai Tuduhan Es Gabus Berbahaya Terbukti Keliru oleh Uji Laboratorium

    Redaksi
    Kamis, 29 Januari 2026, Januari 29, 2026 WIB Last Updated 2026-01-28T23:08:20Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


     Jabar, infojalanan.info - 


    Jagat media sosial dihebohkan oleh perburuan identitas seorang perempuan bernama Luna, yang diduga menjadi pemantik munculnya tuduhan bahwa es gabus yang dijual pedagang kaki lima mengandung bahan berbahaya. Tuduhan tersebut belakangan terbukti keliru setelah hasil uji laboratorium menyatakan es gabus aman dikonsumsi.

    Kasus ini bermula dari beredarnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan seorang pedagang es gabus bernama Sudarjat (49) di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam video tersebut, Luna menyebut es gabus yang dijual Sudarjat memiliki tekstur menyerupai “spons bedak” dan menimbulkan kecurigaan publik terkait bahan pembuatannya.

    Pernyataan itu dengan cepat menyebar luas dan memicu reaksi berantai di media sosial. Banyak warganet menuding es gabus tersebut dibuat dari bahan nonpangan dan berbahaya bagi kesehatan. Akibatnya, Sudarjat sempat mengalami tekanan psikologis dan penurunan kepercayaan dari pembeli.

    Namun, polemik tersebut akhirnya mereda setelah pihak berwenang melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap sampel es gabus. Hasilnya menunjukkan bahwa es gabus tersebut tidak mengandung bahan berbahaya dan dibuat dari bahan pangan yang lazim digunakan, seperti tepung hunkwe. Aparat kepolisian pun menegaskan bahwa tuduhan yang beredar tidak terbukti secara ilmiah.

    Seiring terungkapnya fakta tersebut, perhatian publik justru beralih kepada sosok Luna. Identitasnya mulai diburu warganet yang menilai pernyataannya telah memicu hoaks dan merugikan pedagang kecil. Akun media sosial yang diduga milik Luna dilaporkan telah dinonaktifkan, sementara sejumlah warganet menyerukan agar yang bersangkutan dimintai pertanggungjawaban.

    Meski demikian, hingga kini belum ada laporan resmi terkait proses hukum terhadap Luna. Sejumlah pihak mengingatkan publik agar tidak melakukan persekusi atau perburuan identitas secara berlebihan, serta menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus kepada mekanisme hukum yang berlaku.

    Kasus ini menjadi pengingat penting tentang dampak besar informasi yang disampaikan tanpa dasar kuat, terutama di era media sosial. Satu pernyataan yang belum terverifikasi dapat berujung pada kegaduhan publik dan merugikan pihak lain, khususnya masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari usaha sederhana.


    (Hafid)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini