• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Viral Warga Tempuh Jalur Rusak Pascabencana, Pernyataan Bupati Bener Meriah Justru Tuai Polemik di Media Sosial

    Jumat, 19 Desember 2025, Desember 19, 2025 WIB Last Updated 2025-12-19T02:31:18Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    Infojalanan.info

    – Hampir tiga pekan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah, persoalan akses jalan masih menjadi masalah serius bagi masyarakat. Jalur utama yang menghubungkan sejumlah kawasan belum sepenuhnya dapat dilalui kendaraan, memaksa warga menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki.


    Ribuan warga terlihat melintasi jalur KKA yang menghubungkan Bener Meriah dengan Aceh Utara demi memenuhi kebutuhan pokok. Perjalanan puluhan kilometer itu menjadi satu-satunya pilihan bagi warga di tengah keterbatasan akses dan distribusi logistik.


    Situasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah beredar video dan foto rombongan warga yang berjalan kaki beramai-ramai. Menanggapi hal itu, Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, memberikan penjelasan yang kemudian memicu perdebatan publik.


    Dalam pernyataannya yang dikutip dari unggahan Instagram @undercover.id pada Jumat, 19 Desember 2025, Tagore menyebut rombongan tersebut tidak seluruhnya merupakan warga yang terdampak langsung bencana.


    Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah membuka dapur umum bagi warga terdampak. Namun, menurutnya, sebagian besar orang yang mendatangi dapur umum justru berasal dari kalangan pedagang.


    “Kami sudah buka dapur umum, tetapi yang datang justru pedagang-pedagang dari Aceh Tengah,” ujar Tagore.


    Ia juga menyampaikan bahwa terdapat warga Bener Meriah yang ikut berjalan kaki, meski jumlahnya disebut tidak banyak. Menurutnya, aktivitas di jalur KKA lebih didominasi oleh pedagang yang membawa kebutuhan pokok untuk dijual kembali.


    Tagore menambahkan, pascabencana, muncul titik-titik pasar dadakan di sepanjang jalur tersebut. Pedagang, kata dia, memanfaatkan kondisi itu untuk menjual barang dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat di Bener Meriah.


    Namun, pernyataan tersebut menuai respons keras dari warganet. Banyak pihak menilai klarifikasi Bupati Bener Meriah tidak sejalan dengan kondisi yang terlihat di lapangan dan dianggap kurang mencerminkan empati terhadap warganya yang sedang berjuang di tengah keterbatasan.


    Sejumlah komentar warganet mempertanyakan logika pernyataan tersebut, dengan menyoroti jumlah rombongan yang dinilai terlalu besar jika hanya disebut sebagai pedagang.


    Polemik ini kembali membuka perbincangan publik tentang pentingnya pemulihan akses infrastruktur pascabencana serta komunikasi pemerintah daerah yang sensitif terhadap kondisi psikologis dan sosial masyarakat terdampak.

    Pewarta : Yanto

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini