• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Jejak yang Tertinggal di Goa Arca: Kisah Awal Kehidupan di Kangean

    Senin, 29 Desember 2025, Desember 29, 2025 WIB Last Updated 2025-12-29T01:04:44Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


     Kangean, Infojalanan.info

    – Di balik sunyi dan gelapnya lorong batu, Kepulauan Kangean menyimpan ingatan paling tua tentang manusia Madura. Jauh sebelum nama-nama wilayah ditulis dan batas pemerintahan ditetapkan, manusia telah lebih dahulu menetap, bernaung, dan bertahan hidup di ruang-ruang alamiah yang kini dikenal sebagai Goa Arca.


    Goa ini bukan sekadar lubang batu di perut bumi. Ia adalah tempat manusia purba membangun relasi awal dengan alam. Di sinilah api dinyalakan untuk pertama kalinya sebagai penanda kehidupan, diolahnya hasil buruan, dan dijadikannya gua sebagai ruang aman dari ancaman luar.


    Jejak-jejak kehidupan purba di Goa Arca menegaskan bahwa Kangean memiliki posisi penting dalam sejarah awal Madura Timur. Lingkungan alam yang kaya, ditambah letak geografis yang strategis, menjadikan kawasan ini sebagai titik hunian manusia sejak ribuan tahun silam.


    Batu-batu yang membentuk dinding gua kini menjadi saksi bisu perjalanan panjang manusia dalam memahami alam dan dirinya sendiri. Dari aktivitas berburu hingga kebiasaan menetap, Goa Arca merekam proses lahirnya peradaban dalam bentuk paling sederhana namun paling menentukan.


    Keberadaan Goa Arca sekaligus membuka kembali ruang refleksi tentang identitas. Bahwa sebelum kerajaan, sebelum catatan sejarah, dan sebelum batas administratif, manusia Kangean telah lebih dahulu menjalani kehidupan yang utuh—mencipta budaya, bertahan, dan mewariskan jejak.


    Kini, Goa Arca berdiri sebagai pengingat bahwa sejarah tidak selalu ditulis di atas kertas. Sebagian darinya terpatri pada batu, tertanam dalam tanah, dan hidup dalam ingatan alam yang menunggu untuk dibaca kembali oleh generasi hari ini.

    Pewarta : Yanto

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini