• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Motif Gelap Ayah Tiri Terkuak: Polisi Ungkap Dendam yang Berujung Hilangnya Nyawa Alvaro

    Redaksi
    Rabu, 26 November 2025, November 26, 2025 WIB Last Updated 2025-11-26T01:41:17Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    Jakarta, infojalanan.info — 


    Penyidikan kasus hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6) memasuki babak baru setelah polisi menetapkan ayah tirinya, Alex Iskandar, sebagai tersangka utama. Temuan terbaru dari rekam jejak digital pelaku mengungkap rangkaian pesan penuh kemarahan yang memperlihatkan adanya niat balas dendam jauh sebelum aksi penculikan dilakukan.


    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan bahwa tersangka menyimpan kecurigaan mendalam terhadap istrinya yang bekerja di luar negeri. Kecurigaan itu berkembang menjadi kemarahan yang terus terakumulasi, hingga membuat pelaku diduga mengambil langkah ekstrem.


    “Motifnya berawal dari kemarahan kepada istrinya yang bekerja di luar negeri. Ada kecemburuan, ada kecurigaan soal perselingkuhan. Emosi itu menumpuk dan mendorong tersangka pada tindakan yang berujung hilangnya nyawa korban,” ujar Budi dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).


    Menurut Budi, investigasi digital forensik memainkan peran penting dalam membongkar motif tersangka. Polisi menyita ponsel Alex dan menemukan percakapan yang dianggap mengarah pada niat jahat.


    “Ada pesan yang secara terang menyebut ‘bagaimana caranya gue balas dendam’. Kalimat seperti itu muncul lebih dari sekali dan mengarah pada pihak tertentu,” kata Budi.


    Temuan ini semakin menguatkan dugaan bahwa emosi pribadi pelaku diarahkan ke pihak yang tidak bersalah—anak tirinya sendiri.


    Dalam pemeriksaannya, pelaku akhirnya mengakui seluruh rangkaian perbuatannya. Alex disebut menculik Alvaro dari sebuah masjid di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.


    Setelah membawa korban, tersangka kemudian melakukan pembunuhan sebelum membuang jasad anak tersebut di wilayah Bogor.


    “Tersangka mengaku melakukannya dalam kondisi emosi. Semua berawal dari dendam kepada istrinya,” jelas Budi.


    Polisi masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait pencocokan DNA tulang belulang yang ditemukan di Bogor, yang diduga kuat merupakan jasad Alvaro.


    Proses identifikasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan rangkaian penyidikan masuk pada tahapan selanjutnya.


    Polda Metro Jaya menegaskan penyidikan tidak berhenti pada satu tersangka saja. Penyidik disebut masih menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.


     “Kami masih mendalami apakah ada pihak yang membantu dalam proses pembuangan atau menutupi jejak pelaku. Semua kemungkinan masih terbuka,” tegas Budi.


    Kasus hilangnya Alvaro sejak Maret 2025 telah menyita perhatian publik karena proses pencarian panjang dan berakhir tragis. Dengan perkembangan terbaru ini, penyidik terus berupaya melengkapi rangkaian fakta hingga kasus menemukan titik terang sepenuhnya.


    (Yanto)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini