![]() |
Surabaya, infojalanan.info -
Acara Misi Budaya Kota Makassar yang digelar di Tunjungan Plaza 6, Surabaya, menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan antar daerah serta memperkenalkan kekayaan budaya Makassar kepada masyarakat luas. Kegiatan ini menampilkan beragam unsur budaya seperti kuliner khas, kerajinan, seni pertunjukan, hingga dialog kebudayaan. Selain menjadi ruang bagi masyarakat Makassar yang merantau untuk melepas rindu kampung halaman, acara ini juga membuka peluang bagi warga Surabaya untuk mengenal lebih dalam keberagaman budaya Indonesia.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware, S.STP, M.M, menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini memiliki perbedaan yang mencolok dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya fokus lebih pada sektor pariwisata, tahun ini kegiatan menonjolkan sisi kebudayaan. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat melihat Makassar bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi kota yang sarat tradisi, seni, dan sejarah.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa Dinas Kebudayaan Makassar membawa misi memperluas pengenalan budaya ke berbagai daerah, termasuk Surabaya sebagai kota strategis. Ke depan, pihaknya berencana menggelar kegiatan serupa di kota-kota lain serta membangun pertukaran budaya yang lebih intens. Ia juga mengajak warga Surabaya untuk berkunjung langsung ke Makassar guna merasakan pengalaman budaya secara lebih mendalam.
Pelaku UMKM asal Makassar yang kini tinggal di Surabaya turut memberikan respons positif. Oma Fia, pemilik kedai bubur Bassang, mengungkapkan kebahagiaannya karena dapat kembali merasa dekat dengan sesama perantau Makassar. Menurutnya, budaya Makassar selalu menanamkan nilai kekeluargaan dan semangat saling mendukung. Dalam acara ini, ia berpartisipasi sebagai penjual makanan khas bersama beberapa perantau lainnya.
Ia berharap kegiatan seperti Misi Budaya Kota Makassar dapat dipromosikan lebih masif agar semakin banyak masyarakat umum tertarik mengenal budaya Makassar.
Pandangan historis turut disampaikan penggiat seni ludruk, Meimura, yang menilai bahwa acara kebudayaan ini merupakan bagian dari program strategis Dinas Kebudayaan Makassar dalam menyebarkan informasi budaya hingga mancanegara. Surabaya dinilai sebagai kota yang tepat karena memiliki kedekatan sejarah dengan Makassar sejak masa VOC, sehingga acara ini menjadi ruang perjumpaan budaya yang mempererat hubungan dua kota.
Ia juga mengungkapkan potensi kegiatan semacam ini untuk mendorong konsep “kota kembar” antara Makassar dan Surabaya. Meimura berharap agar pelaksanaan acara ke depan lebih matang serta mampu melahirkan kolaborasi budaya baru yang dapat menjadi wahana pembelajaran bagi generasi muda.
Secara keseluruhan, Misi Budaya Kota Makassar di Tunjungan Plaza 6 Surabaya bukan hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga ruang penguatan identitas, jejaring sosial, serta diplomasi budaya antar daerah. Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, budayawan, dan masyarakat, kegiatan ini berpotensi menjadi model baru bagi pengembangan hubungan kebudayaan antar kota di Indonesia. Semakin banyak ruang dialog yang tercipta, semakin besar pula kontribusi kebudayaan dalam mempererat persatuan bangsa.
(Andini)



