• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    ASN Pemda Bombana Diduga Gunakan Akta Cerai Palsu untuk Nikah Lagi, Korban Mengaku Dikelabui hingga Mobilnya ‘Ditarik Halus’ di Polda Sultra

    Redaksi
    Rabu, 19 November 2025, November 19, 2025 WIB Last Updated 2025-11-19T02:07:13Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    Bombana, infojalanan.info -


    Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Bombana kembali menjadi perbincangan hangat. Oknum ASN yang diketahui pernah menjabat sebagai camat tersebut diduga menggunakan akta cerai palsu demi bisa menikahi perempuan lain dan beristri dua.


    Informasi yang dihimpun, korban yang sempat menjalin hubungan serius dengan oknum ASN tersebut awalnya percaya karena melihat dokumen akta cerai yang ditunjukkan pelaku. Namun belakangan, korban mengetahui bahwa oknum ASN itu ternyata masih hidup bersama istri sah dan anak-anaknya.


    Merasa dibohongi dan dimanfaatkan, korban akhirnya memutus hubungan dengan oknum tersebut.


    Setelah hubungan berakhir, masalah justru semakin melebar. Oknum ASN itu diduga mencari cara untuk menekan korban. Korban menuturkan bahwa oknum ASN tersebut diduga bekerja sama dengan oknum polisi di Polda Sulawesi Tenggara serta debt collector dari WOM Finance untuk mengelabui dirinya.


    Korban mengaku dipanggil ke ruang penyidik Krimsus Polda Sultra dengan alasan pemeriksaan. Namun setibanya di lokasi, mobil milik korban diduga ditarik secara halus oleh pihak debt collector yang diduga berada dalam satu skenario dengan oknum ASN tersebut.


    Korban kini tengah mengumpulkan bukti dan berencana melaporkan peristiwa ini secara resmi, termasuk dugaan pemalsuan dokumen, penyalahgunaan wewenang, hingga keterlibatan oknum aparat dalam upaya intimidasi tersebut.


    Hingga berita ini diterbitkan, pihak ASN, Polda Sultra, maupun WOM Finance belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. Kasus ini masih menjadi sorotan masyarakat dan menunggu tindak lanjut dari pihak berwenang.


    (Besit)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini