KANGEAN, INFOJALANAN. INFO - Tumpukan sampah yang mengendap di Dusun Telaga Deje, Desa Angon-angon, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, kini menjadi persoalan serius bagi masyarakat petani setempat. Sampah yang terbawa arus banjir beberapa hari terakhir ini telah menumpuk hingga sepanjang kurang lebih 350 meter. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran besar, karena jika endapan sampah tersebut jebol atau terbawa arus kembali, maka limbahnya berpotensi menyebar dan mencemari sawah-sawah warga di sekitarnya.
Meski masyarakat petani berinisiatif untuk melakukan kerja bakti membersihkan area tersebut, upaya itu dinilai tidak akan mampu mengatasi masalah yang begitu besar. Volume sampah yang menumpuk sudah terlalu banyak dan padat, sehingga diperlukan langkah konkret dari pemerintah daerah untuk segera turun tangan.
Warga berharap Dinas Pengairan Kabupaten Sumenep tidak menutup mata terhadap kondisi ini. Penanganan cepat sangat dibutuhkan agar aliran air di Telaga Deje kembali normal dan tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas.
“Kalau sampai tumpukan sampah itu jebol, sawah kami bisa rusak semua,” keluh salah satu petani yang setiap hari bergantung pada aliran air dari telaga tersebut.
Selain Dinas Pengairan, masyarakat juga berharap Kepala Desa Angon-angon segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyalurkan bantuan tenaga dan alat berat dalam proses pembersihan. Penanganan yang lambat hanya akan memperparah kerusakan lingkungan serta menambah beban ekonomi para petani.
Fenomena ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa persoalan sampah tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga berkaitan erat dengan keberlangsungan hidup masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah nyata dan berkelanjutan agar Dusun Telaga Deje kembali bersih, aman, dan bermanfaat bagi para petani di wilayah tersebut.
(Yan)
