• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Antara Ceplas-Ceplos dan Data: Strategi Komunikasi Menkeu Purbaya yang Bikin Publik Makin Percaya

    Redaksi
    Selasa, 28 Oktober 2025, Oktober 28, 2025 WIB Last Updated 2025-10-28T03:45:22Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    Jakarta, infojalanan.info -


    Pemerintah,Infojalanan.info – Gaya bicara Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, kembali menjadi bahan perbincangan publik. Bukan karena kebijakan fiskalnya semata, tetapi karena cara komunikasinya yang lugas dan tanpa basa-basi.


    Meski kerap disebut “gaya koboy”, Purbaya menegaskan setiap pernyataannya berlandaskan data, survei, dan arahan langsung dari Presiden. Ia menilai, kejujuran dan transparansi justru penting agar publik bisa menilai kinerja pemerintah secara objektif.


    “Saya selalu ukur dengan survei. Kalau masyarakat masih percaya, berarti cara kita menyampaikan dan mengambil kebijakan sudah benar,” ujarnya di Jakarta, Senin (27/10/2025).


    Berdasarkan survei terbaru Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah justru meningkat setelah sejumlah kebijakan ekonomi berani diambil pasca-aksi demonstrasi pada Agustus lalu.


    Purbaya mengakui, gaya ceplas-ceplosnya memang kerap menimbulkan kontroversi di kalangan pejabat, namun menurutnya, hasil di lapangan tidak bisa dibantah.


    “Kalau terlihat keras, itu demi efektivitas. Daya beli masyarakat membaik, stabilitas pemerintahan juga ikut naik,” ujarnya.


    Ia menegaskan, keberanian menyampaikan hal yang tidak populer menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi nasional.


    Purbaya membantah anggapan bahwa dirinya bertindak semaunya. Ia menyebut, setiap langkah yang diambil selalu dalam koordinasi dengan Presiden.


    “Jangan dikira saya koboy, semua ini perintah langsung dari Bapak Presiden. Saya hanya menyampaikan apa adanya, berdasarkan fakta di lapangan,” tegasnya.


    Baginya, komunikasi yang jujur adalah bentuk tanggung jawab kepada rakyat. “Keterbukaan itu penting. Saya lebih baik dikritik daripada diam tapi salah arah,” katanya.


    Sebelumnya, mantan Kepala Komunikasi Pemerintah, Hasan Nasbi, sempat mengingatkan agar Purbaya berhati-hati berbicara di ruang publik. Hasan menilai gaya bicara yang keras bisa memunculkan kesan “baku tikam” di antara pejabat.


    Namun, Purbaya justru melihat kritik itu sebagai masukan positif. “Saya sudah bilang sejak awal, kalau saya salah, kritik saya habis-habisan. Tidak masalah. Itu bagian dari transparansi,” ungkapnya, mengutip ucapannya saat serah terima jabatan awal September lalu.


    Sejak menggantikan Sri Mulyani, Purbaya membawa warna baru dalam komunikasi fiskal pemerintah. Ia tampil lebih terbuka, responsif, dan terukur.

    Bagi sebagian kalangan, gaya ini mungkin keras; bagi publik, justru meyakinkan.


    Di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, komunikasi yang jujur dan berbasis data menjadi kunci menjaga optimisme masyarakat.

    Dan di situlah, gaya “koboy” Purbaya menemukan panggungnya.



    (Yanto)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini